Beranda kami
Dari mereka untuk Celah Teduh
Baca juga
Who you are
“Kita tidak pernah memahami siapapun terkecuali diri sendiri” Sore itu cahaya matahari menyorot, menembus sela-sela gedung. Hamparannya mengenai Sebagian kulit, ditemani alunan musik yang melantun melalui kedua earpods yang dikenakan oleh Rosalina. Seketika bus datang menghampiri, dan ia berjalan perlahan menaiki bus tersebut. Dia menuju sisi belakang bus tepat di jajaran kursi nomor tiga. Duduk di samping pria yang sedang tertidur yang tampak cukup kelelahan. Bus melaju perlahan meninggalkan keramaian serta kebisingan kelakson berganti dengan suara gemerisik debu yang menabrak kaca. Rosalina pun melepas kedua earpods-nya, merapihkannya dan menaruhnya ke
Seni dan Kebebasannya: Haruskah Seni Selalu Independen dan Kritis?
Seni seringkali membawa nilai-nilai yang fenomenal, merespon kompleksitas paradigma dan situasi yang kemudian ditransmisikan secara multidimensi. Sehingga, setiap kali sebuah pertunjukan dipentaskan sebagai kritik kekuasaan, setiap kali karya ditampilkan di ruang korporasi, atau sebuah lagu diaransemen ulang untuk kepentingan publik, pertanyaan menggelitik terkait ‘di mana sebenarnya seni harus berdiri?’ muncul. Pada dasarnya, seni tidak memiliki definisi tunggal yang kaku dan baku. Setidaknya sejak dikenal sebagai satu jenis aliran keilmuan, telah banyak variasi pengertian seni yang disesuaikan pada konteks dan sudut pandang. Menurut Aristoteles misalnya, seni merupakan bentuk mimesis (peniruan) yang
Agenda bulanan
Publikasi Majalah Elektronik
Berita Musiman
Ambisi Tinggi, Fokus Rapuh: Potret Mahasiswa dan Ilusi Prestasi
Pendidikan adalah salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia (Taheri,
Kalau Luka adalah Batas, Aku Sudah Kalah Sejak Awal
Refleksi Puitika Evi Putrianti I Dunia, —Andai ia punya urutan