Celah Teduh

Selamat datang di Celah Teduh

Mari berkolaborasi bersama

Beranda kami

Jadi bagian dari Publicaction Zine
Setiap bulan kami menerbitkan majalah elektronik dari karya para kontributor
Ikuti workshop kelas menulis puisi & cerpen
Celah teduh menyediakan berbagai pelatihan dengan menghadirkan mentor berpengalaman
Intens Talk - Bicara buku apa hari ini?
Segmen khusus yang dikemas secara menyenangkan untuk berdiskusi tentang buku.

Dari mereka untuk Celah Teduh

Akbar Malik
Akbar MalikPenulis buku
Celah teduh itu seperti rumah, saya banyak bercerita disini & bebas berkarya, semoga hal ini juga bisa dirasakan semakin luas.
Zulfa Hasanah
Zulfa HasanahKonten Kreator
thanks banget ya udah di kenalin sama celah teduh, aku sempet join dan ikut beberapa kegiatan ayng di selenggarain seru banget mau ikut lagi! kabarin ya
Danang R. Prabowo
Danang R. PrabowoPegiat taman baca
Kalau nanti ada program ngelapak buku gua siap kawal selalu, kemarin kan udah di di taman taman sekitar jakarta, gimana kalau kita berlayar ke luar jawa buat buka lapak baca buku gratis pak ?
Adam Rizky
Adam RizkyPenulis buku
saya belajar banyak dari celah teduh, kemarin di event pertama saya launching buku saya diskusi dengan rekan rekan celah teduh untuk konsepin acaranya. dan alhamdulillah sukses. semoga silaturahmi ini tetap terjaga

Baca juga

Air bah

Halaman rumahku juga seisinya gersang, sunyi dan hampir seperti tanah mati aku mengidamkan bunga dan taman, barangkali sepaket dengan suara siur jangkrik dan denggung blentung sereda hujan. Dan kamu datang bagaikan rintik hujan yang mulai turun perlahan melepas sumuk dan menghapus keringat, seakan doa-doaku tercicil terkabul. Kurayakan hujan dan kurelakan kau menjamah seluruh tubuh, bibir, dan punggungku, kuyup beserta aku; terbahak-bahak diantara sentuh dan pelukmu, juga basah yang mulai akrab, melembabkan berandaku yang diam-diam dia merembes menembus kontur tanahku yang gersang. Perlahan bunga dan taman yang mula malu-malu kini mulai

Read More »

Yogyakarta Tanpamu

Fragmen I / Yogyakarta Kasih, sepasang mataku jatuh kepada hangat temaram kota, lampu jalan, bangku-bangku taman, andong, dan lalulalang pedestrian. Hampir lupa kusebutkan, ada juga bangunan tua yang berjajar, pertunjukan angklung dan tarian-tarian. Mataku berbinar, terpaku pada sudut kota ini semalam panjang. Aku melangkah berbungah, ku nikmati alunan musik keroncong dan riuh suara-suara, berjalan pelan melintasi malioboro dan berhenti di titik ‘0’ km yogyakarta, kapan kita bercerita disini menghabiskan hari bersama? Lengkap rasanya, bermotor melewati tugu jogja menggoncengmu dan menunggu lampu hijau di tontoni burung-burung yang berbaris di tiang listrik

Read More »

Berita Musiman

Mitra Kolaborasi

Scroll to Top