Celah Teduh

July 2026

Artikel, Uncategorized

Kalau Luka adalah Batas, Aku Sudah Kalah Sejak Awal

Refleksi Puitika Evi Putrianti I Dunia, —Andai ia punya urutan manusia favorit, seperti seorang kekasih yang menyebut nama pasangannya 1000 kali dalam sehari, aku cukup yakin mungkin sejak awal namaku sudah kalah, hilang; tidak diperhitungkan— Bukan karena dunia benar-benar meninggalkanku, tapi karena luka menciptakan sekat (sementara dan bisa jadi dalam waktu yang kepalang lama) antara […]

Artikel, Uncategorized

Love Map dalam Hubungan: Merespon Batas dan Kenyataan

The good days dan the bad days layaknya dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah hubungan. Keduanya hadir membentuk dinamika dan mendorong perjalanan, karena pada dasarnya tidak ada hubungan yang benar-benar dipenuhi hari-hari baik—atau bahkan hari-hari buruk. Konflik dalam hubungan adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan; kesalahpahaman; rasa lelah, serta dorongan emosional

Artikel

Mental Crab: Kenapa Kita Sering Jadi ‘Kepiting’ Sadar dan Tanpa Sadar?

Pernahkah kamu merasa tidak nyaman melihat hidup seseorang dapat berkembang lebih cepat dan terlihat lebih “hebat” darimu(?). Padahal hakikatnya, itu tidak merugikanmu sama sekali. Fenomena tersebut sejalan dengan Social Comparison Theory, yang menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan alamiah untuk mengevaluasi dirinya melalui perbandingan dengan orang lain. Sikap membandingkan diri tersebut dapat menimbulkan perasaan tertinggal pada

Cerpen

Beautiful Ghost

Deras air hujan yang turun lebih dari cukup untuk membuat orang yang berlalu lalang di Kota London menepi. Begitupun dengan seorang pemuda tampan bersurai coklat. Arthur Silas-nama pemuda tersebut juga langsung menepi ke trotoar di dekatnya. Sembari berlindung dari derasnya air hujan, dia mengelap tangannya dengan sapu tangan kecil yang dibawanya. Harum minuman hangat dari

Uncategorized

Bahasa sebagai Modal Simbolik: Membaca Ulang Kapasitas Warisan Tertua Manusia

Bahasa sebagai Modal Simbolik: Membaca Ulang Kapasitas Warisan Tertua Manusia Opini | Budaya & Seni Evi Putrianti Terdapat idiom yang diam-diam diyakini oleh sebagian orang terkait “mereka yang pendiam itu kuat, sementara yang banyak bicara itu lemah, atau kurang dapat mengontrol diri”. Anggapan tersebut dapat terasa bijak, tetapi pada satu sisi juga menimbulkan kekeliruan. Mengapa

Scroll to Top