Celah Teduh

Puisi

Puisi

Yogyakarta Tanpamu

Fragmen I / Yogyakarta Kasih, sepasang mataku jatuh kepada hangat temaram kota, lampu jalan, bangku-bangku taman, andong, dan lalulalang pedestrian. Hampir lupa kusebutkan, ada juga bangunan tua yang berjajar, pertunjukan angklung dan tarian-tarian. Mataku berbinar, terpaku pada sudut kota ini semalam panjang. Aku melangkah berbungah, ku nikmati alunan musik keroncong dan riuh suara-suara, berjalan pelan […]

Puisi

Air bah

Halaman rumahku juga seisinya gersang, sunyi dan hampir seperti tanah mati aku mengidamkan bunga dan taman, barangkali sepaket dengan suara siur jangkrik dan denggung blentung sereda hujan. Dan kamu datang bagaikan rintik hujan yang mulai turun perlahan melepas sumuk dan menghapus keringat, seakan doa-doaku tercicil terkabul. Kurayakan hujan dan kurelakan kau menjamah seluruh tubuh, bibir,

Scroll to Top